Teh kopi coklat begitu manis tersenyum pada waktu, merona pipinya ketika bertemu denganku, menyatakan dirinya akan membasuh kering langkah di tahun ini.
2024 bisa jadi hampir semua insan sedang tertatih melangkah, ada yang bodo amat karena sudah terlalu muak dengan kisah-kisahnya, ada yang terus menerus bersemangat pura-pura lupa dengan getir membalut raga.
Ada pula dengan segala alasan tidak perduli bagaimana insan sedang berjuang, aturan terus saja mencekik.
Mungkin saja waktu iba dengan segala keadaan, tapi bagaimana lagi, ini sudah tugasnya untuk memberi, membiarkan sesuatu yang memang perlu terjadi.
Atau bisa jadi secara awal tidak perlu, tapi karena keangkuhan insan terus merengek, diijinkanlah terjadi.
Semangat katanya – Tentang Kopi diantara Teh Kopi Coklat
Alarm berdering kencang jam 6 pagi dan raga masih tak ingin bangkit, letih katanya karena kemarin berjibaku dengan tanggung jawab, belum lagi malam masih terus menuntut ada yang masih perlu diselesaikan.
Kopi menjadi alat utama supaya raga mau bangkit dan melakukan tugasnya. Begitu rutinitas insan berlangsung.
Sedangkan aku,
Bukan hanya membangunkan raga tapi lebih dari itu.
Duduk disudut coffee shop sebuah surga bumi yang teramat indah, #nikmatbumi begitu menyebutnya, ada pandang melihat insan-insan, yang senang membakar waktu bersama orang-orang tersayang, mungkin juga yang hanya kewajiban untuk menambah pundi-pundi. Belum lagi para karyawan kafe berjibaku menghadirkan terbaik yang ada.
Apapun itu aku selalu asyik menikmati semuanya. Merekam setiap peristiwa hingga nanti akan menjadikan satu rasa tentang berterima kasih.
2024 memang tidak semanis tahun-tahun sebelumnya, tapi dia tetap saja manis memberi rasa indah dalam kisahnya, seperti halnya kopi.
Begitu banyak kisah tertoreh bersamanya.
Seperti waktu itu, pertemuanku dengan seseorang terkait tugas yang perlu diselesaikan, kopilah menjadi kawan terbaik, tidak hanya membangunkan raga, pikiranpun akan terang jika ada segelas kopi.

Hampir jarang sekali aku memilih kopi susu yang biasa menjadi favorite banyak insan, pihanku selalu jatuh diantara Americano, Espreso & Picollo.
Rasa yang kuat menemani setiap tugas yang terus berburu, membangunkan logika yang mencari langkah apa yang perlu dilakukan, ketika waktu dengan angkuhnya memaksa diri bertanggung jawab.
Kopi adalah Semangat
Memberi semangat jika ada tugas secara teknis dan berjibaku dengan hal-hal analisa, strategi atau lainnya.
Coklat merangkul Tenang
Memutuskan menjadi life coach hidup berhidupan bukanlah suatu profesi yang mudah, ada banyak bagian perlu diberi dipertajam termasuk kesungguhan dan fokus.
Mendengarkan adalah bagian yang perlu dipertajam, ada tenang walau begitu riuh nalar berlomba ingin memberi jalan, ada paham atas apa yang perlu di cerna walau kadang sering hadir pertanyaan, ada diam membiarkan terluka berceloteh dengan nyaman.
Tidak selalu memberi jalan adalah solusi yang diperlukan, bukan juga keingintahuan yang membawa kenyamanan dan diam adalah satu terbaik memberi ruang sehingga semua kisah bisa disampaikan.
2024 sejatinya unik menempatkan apa yang memang sudah digariskan, dengan segala resikonya tugas itu akhirnya dijalankan dengan sukacita.
Mendengarkan, coklat dan tenang itu satu terbaik ditahun ini, satu minuman hangat memiliki rasa manis tapi tidak pekat ini, memang aku pilih untuk menjadi satu bagian terbaik dalam langkah di 2024.
Coklat hangat, menenangkan kala mendengarkan, begitu juga menyamankan ketika kisah yang diterima sering menghabiskan energi. Secangkir coklat hangat mampu melunasi semua getir atas kisah-kisah kelam yang didengar.
Resiko memang mengambil tugas ini, secara jiwa dengan senang hati melakukannya akan tetapi raga tetaplah raga ingin disayang dan coklat hangatlah menjadi pilihan untuk membasuhnya.

Teh Kopi Coklat bagian terbaik langkah 2024.
Teh mencintai dengan penerimaan
Satu bagian dari Teh Kopi Coklat yang paling mendalam kisahnya adalah Teh.
Sejak SMP dihadapkan menjadi pendengar rasanya berterima kasih terdalam pada kehidupan karena sudah menciptakan teh. Selalu berbinar jika melihat sesuatu yang berhubungan dengan minuman menenangkan itu.
Seperti halnya membaca tulisan Lala tentang Sorga Teh & Kopi di Sentul, mataku berbinar membacanya dan tidak sabar untuk ingin pergi, walau belakangan jadwal ke area sana begitu sulitnya.
Teh memiliki kisah paling banyak, contoh saja kala itu aku menerima satu tugas mendengar tentang seseorang yang memiliki persoalan keluarga.
Hangatnya memberi kenyamanan disela-sela berontaknya diri, mencoba memberi pengertian bahwa berpisah bukan jalan terbaik dalam suatu hubungan.

Terus apa bedanya Coklat dengan Teh?
Sama-sama menyamankan tapi buatku itu berbeda ketika dengan siapa.
Jika mendapatkan tugas untuk mendengar serorang laki-laki, aku cenderung memilih coklat karena ada sisi maskulin yang bisa dihadirkan setiap sesinya.
Namun jika yang berkisah itu wanita, maka teh pilihanku.
Bersama teh, sisi wanitaku hadir, rasaku lebih kuat memberi warna disetiap dialog.
Memainkan peran dalam mendengar butuh kesadaran penuh, sisi apa yang perlu ditonjolkan.
Setiap pribadi perlu disentuh dengan cara berbeda, begitu juga seni mendengar. Perlu memahami dengan baik apa kebutuhannya dan dengan itu bisa menghadirkan kenyamanan.
Tugas & Mendengar
Akhirnya,
Tentang Teh Kopi Coklat hadir menjadi terbaik di 2024 ini ketika mereka menjadi kawan ketika tugas sedang penuh dan membawa kekuatan saat mendengar.
Teh dengan menghadirkan sisi wanitaku dalam mendengar, sehingga ketika menyambut semua kisah dari wanita yang butuh didengar, Coklat dengan sisi maskulinnya, membantu menyelaraskan secara logika dan Kopi kawan sejati ketika berjibaku dengan tugas-tugas mengejar dan karakter kuat kopi tentu saja sisi kuatnya. Maskulin.
Bagaimana dengan kamu pembaca?
Apa yang terlintas dibenark ketika Teh Kopi Coklat hadir dihadapanmu.
13 Responses
Amazing, ketiganya memang mempunyai tempat istimewa di setiap orang ya mba Nik. Terutama teh, entah kenapa aku termasuk orang yang suka aroma teh, setiap seruputannya bikin lebih tenang dan nyaman. Sepertinya aku pun sepakat terkait kalau cokelat, menghadirkan sisi maskulin lewat kuat rasa yang tersesap. Jika teh, merupakan minuman yang terasa kian feminim mampu hadirkan perasaan lebih peka. Dan yup kopi, adalah minuman yang selalu siaga menemani seseorang tengah menyelesaikan beragam tugas yang memburu atau sesekali kopi menemani masa-masa sendu dibalik jendela.
Kemudian, seni mendengarkan. Memang tidak semua insan punya talenta mendengarkan dengan khidmat dan mendalami setiap kata terucap. Maka aku selalu salut bila ada orang seperti mba Nik yang bersedia mendengarkan dengan sepenuh hati serta tenang. Pastinya sangat membantu dan bermanfaat sekali.
2024 memang sangat menakjubkan baik ujian serta anugerahnya. Semua patut di syukuri dan ambil hikmahnya. Semoga saja 2025 banyak hal-hal baik berdatangan 🤩😇.
Amin, hal-hal baik menyertai kita semua ya La, khususnya bagi insan-insan yang sungguh memperjuangkannya.
Jikapun terlihat tidak baikpun kita tetap mampu percaya bahwa kebaikan selalu membalut setiap peristiwa.
Senang deh bisa satu pemahaman tentang tiga minuman diatas. Bless You Lala.
Buat aku semuanya tergantung momen mba. Secangkir teh apalagi hangat enaknya di pagi hari, dan siang hari cocoknya minum kopi, apalagi picollo dan americano memaksa kita untuk tetap terjaga. Dan setelah itu dimalam hari enaknya menyeruput coklat. Biar lebih rileks setelah itu bisa tidur nyenyak. Namun dari dari seni mendengarkan mbak nik, aku baru tau ketiga minuman ini bisa di cocokan dengan siapa bisa kita berbicara. Boleh deh nanti next aku coba ke orang-orang terdekatku dulu.
Ngopi emang enaknya pagi-pagi ya, Kak Nik. Biar seger dan langsung melek matanya.
Kalo minum coklat hangat enaknya pas sore-sore hujan atau pas malam, biar angettt.
BTW life coach itu apa sama dengan motivator?
Di antara teh, coklat, kopi, coklata selalu menjadi favoritku mbak. Tp dengan catatan coklat pahit ya.. aku kurang suka juga dengan coklat yg terlalu manis… Ah memang aku sudah cukup manis untuk menikmati yg manis. Wkwkwk. Yg kedua aku pilih teh. Teh hijau atau teh mint boleh juga untuk dinikmati di saat santai bersama kudapan.
Ah, ternyata.. dari pilihan minumannya, kita bisa tahu sedang bersama siapa dan apa yang ingin dilakukannya.
Aku pikir hanya sekedar pilihan.
Kalau aku, lebih seneng kopi yang manis ((sangat)), kalau bisa ditambah cream.
Hihihi.. mumpung lagi nongkrong, karena gak tiap hari juga minum kopi di cafe.
Salam hangat dari aku,
Ci anak rumahan.
Selama ini aku malah mikir ada tim kopi ada tim teh, jadi memang yang gak suka ngopi ya bisa milih teh. Rupanya kalau ka Nik ini lebih tergantung momen dan kepada siapa yang didengarkan ya.
Aku pikir malah kopi untuk memunculkan sisi maskulin, ternyata cokelat. Kalau teh, aku setuju sih, bagian mendengarkan wanita pilihannya teh karena lebih memunculkan feminisme nya.
Kalau aku malah gak bisa minum kopi karena beberapa jam setelah itu mestilah pusing. Bisanya hanya menyeruput satu atau 2 kali saja supaya gak terlalu banyak kafein yang masuk.
Waaaa minuman paporitkuuu
belakangan ini, aku lagi suka kopi sihh.
terutama gula aren, tapi less sugar aja, inget umur😷
yang jelas, minum kopi dkk tuh jadi momen leisure n pleasure.
Aku suka ketiganya, aroma masing-masing begitu khas dan membawa kenangan tersendiri.
Aroma teh membuatku rindu pada ibu mertua, tiap sore ada teh manis hangat untuk masing-masing penghuni rumah dan sepiring gorengan hangat…ahh kangen. Al Fatihah..
Teh Kopi Coklat, unik banget malah kalau Kopi coklat kebayang sih rasanya. Nah ini perpaduan dari ketiga elemen yang sama-sama saya suka sebenernya. Jadi saya kalau diajak ngeteh, ngopi atau pun minum coklat panas ya semuanya juga oke. Ketiganya ini punya filosofi yang khas. Pengen deh nyobain Teh Kopi Coklat. Enak kayanya kalau minum saat pagi hari.
Baik, kopi, teh, maupun coklat kalau disajikan dalam keadaan hangat, daku mah suka kak hehe. Cuma memang bukan penggemar banget ketiganya.
Setuju daku buat urusan coklat yang bisa menenangkan soalnya daku minum coklat panas tatkala deadline mendera 😂 sehingga bisa membuat pikiran lebih tenang gitu
Aku tidak bisa minum kopi Kak, mungkin dalam setahun aku hanya meminum secangkir atau dua cangkir itupun jenis kopi yang ringan. Aku punya penyakit lambung 🙂 padahal aku suka aromanya. Aroma kopi seperti petualangan, seru, tegang dan menyenangkan. Berbeda ketika sudah ditelan, seperti antibiotik, penguat bagi mereka yang bersahaja tapi melemahkan mereka yang rentan.
Kata orang cokelat membawa ketenangan. Aku meminumnya kalau butuh itu. Tapi harus manis dan panas, keduanya kolaborasi yang pas untuk cokelat. Dia sensitif sekali, begitu panas mulai menghilang, keluarlah sisi ngambeknya. Cokelat justru menurutku seperti perempuan. Manis, mengayomi tapi cepat marah, haha.
Teh adalah favoritku dan lebih sering kuminum dibanding yang lain. Konstruksinya ringan (meski bagi sebagian orang mematikan), ia seperti kawan yang enak diajak berbincang dan menawarkan aneka rasa. Ia kawan yang supel karna bisa dikolaborasikan dengan banyak rasa, ia berkawan dengan buah-buahan, berkawan dengan kopi bahkan dengan cokelat 🙂
teh kopi coklat, aku kira adalah minuman yang dicampur dalam satu wadah gitu tadi, ternyata aku salah persepsi
teh bisa dibilang favoritku, hampir tiap hari konsumsi teh, entah itu beli jadi atau buat sendiri.
coklat juga favoritku, rasanya tenang dan seneng aja kalau minum coklat
memang minuman favorit ini berpengaruh ya mbak
misalnya, seperti kopi yang tepat kalau kita lagi berjibaku sama tugas-tugas yang rumit, yang awalnya kita tegang berpikir akan suatu hal, jadi rileks dengan minum kopi. Temen kantor aku ada yang begini soalnya, sehari ga minum kopi disaat kerja, rasanya ada yang kurang, apalagi kalau dia lagi hectic sama kerjaan